10 Kata Sinonim dan Antonim: Pahami Pengertian dan Contohnya

Mar 13, 2019
Kasino

Dalam Bahasa Indonesia, terdapat banyak kata-kata yang memiliki keterkaitan erat, baik dalam hal arti maupun hubungan antar keduanya. Dua konsep yang seringkali menjadi bahan perbincangan adalah sinonim dan antonim. Sinonim merupakan kata-kata yang memiliki arti yang sama atau mirip, sementara antonim adalah kata-kata yang memiliki arti berlawanan. Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 contoh antonim beserta pengertiannya untuk membantu Anda memahami perbedaan di antara keduanya.

Pengertian Sinonim dan Antonim

Sinonim merupakan kata-kata yang memiliki arti yang sama atau mirip. Contohnya, kata "ceria" adalah sinonim dari kata "bahagia" karena keduanya memiliki arti yang menunjukkan kegembiraan. Di sisi lain, antonim adalah kata-kata yang memiliki arti berlawanan. Misalnya, kata "dingin" adalah antonim dari kata "panas" karena keduanya memiliki makna yang bertolak belakang.

Contoh Antonim dalam Bahasa Indonesia

  1. Baik - Buruk Contoh: Kualitas produk tersebut bisa dikatakan baik, sedangkan produk yang lain memiliki kualitas yang buruk.
  2. Besar - Kecil Contoh: Ukuran dompet ini terbilang besar, sementara dompet tersebut memiliki ukuran yang kecil.
  3. Panas - Dingin Contoh: Saat matahari bersinar terik, udara menjadi sangat panas, namun di malam hari suhu udara menjadi dingin.
  4. Terang - Gelap Contoh: Lampu ruangan dinyalakan untuk membuat ruangan terlihat terang, sedangkan saat lampu dimatikan, ruangan menjadi gelap.
  5. Cepat - Lambat Contoh: Kendaraan itu melaju dengan kecepatan yang cepat, namun kendaraan di depannya bergerak dengan kecepatan yang lambat.
  6. Lebih - Kurang Contoh: Jumlah pengunjung hari ini lebih banyak dibandingkan jumlah pengunjung kemarin yang kurang.
  7. Asin - Manis Contoh: Makanan yang dihidangkan memiliki rasa yang asin, sedangkan makanan penutup memiliki rasa yang manis.
  8. Bahagia - Sedih Contoh: Ketika dirinya meraih kesuksesan, ia merasa bahagia, namun saat mengalami kegagalan, ia merasa sedih.
  9. Tebar - Kumpul Contoh: Anak-anak itu bermain di halaman dengan cara tebar, sementara para dewasa sedang kumpul di teras rumah.
  10. Hadir - Absen Contoh: Kemana saja yang hadir saat rapat? Mengapa begitu banyak yang absen?

Penutup

Dengan memahami perbedaan antara sinonim dan antonim, Anda dapat mengembangkan kosakata Bahasa Indonesia dengan lebih baik. Berlatih menggunakan kata-kata sinonim dan antonim dalam percakapan sehari-hari dapat membantu meningkatkan pemahaman Anda terhadap beragam makna kata-kata. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dalam mengasah kemampuan bahasa. Terima kasih telah membaca!